Dalam 2026 Macro Strategy yang terbit 5 Januari 2026, risiko tersebut dinilai berpotensi menekan kepercayaan global dan arus modal lintas negara.
Meski dampak pasar dari isu geopolitik belakangan cenderung berumur pendek, BRI Danareksa menegaskan Indonesia tetap rentan terdampak melalui jalur harga energi, inflasi, dan tekanan fiskal. Selain itu, risiko aliran dana asing keluar, volatilitas rupiah, serta ketahanan neraca eksternal juga menjadi perhatian.
Dalam jangka pendek, eskalasi terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Venezuela disebut sebagai salah satu risiko utama.
Namun sejauh ini, dampaknya terhadap harga minyak global masih relatif terbatas.
BRI Danareksa juga menyoroti potensi January effect pada awal 2026.
Secara historis, reli akhir tahun dan efek Januari di pasar saham Indonesia paling kuat terjadi ketika penguatan Desember bertepatan dengan titik balik makro yang jelas, seperti arah kebijakan yang lebih pasti, awal siklus pelonggaran, atau sentimen eksternal yang positif, seperti pada periode 2015-2016, 2017, dan 2019.