Sebaliknya, investor disarankan mulai memperhatikan kualitas saham yang berpotensi pulih lebih cepat ketika pasar kembali stabil.
“Fokuslah pada saham-saham yang akan pulih duluan ketika market pulih, yaitu berdasar matriks price-to earnings (PE) ratio dan dividen salah satunya,” turu Michael.
Dari sisi teknikal, Michael juga melihat IHSG tengah membentuk pola pelemahan lanjutan.
Ia mengatakan, secara analisis teknikal IHSG telah membentuk lower low dari level 7.480 dan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 7.250 hingga 7.000, dengan kisaran 6.850 diperkirakan menjadi target akhir dari pola bearish pennant.
Sementara, BRI Danareksa Sekuritas menilai eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu lonjakan tajam harga energi sekaligus meningkatkan volatilitas pasar global.