Selain itu, sentimen global yang cenderung menghindari risiko juga dinilai dapat menekan pasar saham domestik.
“Sentimen risk-off memicu outflow asing dan tekanan pada IHSG, seiring penguatan dolar AS dan naiknya yield global,” tulis mereka.
Menurut BRI Danareksa, jika tekanan jual di pasar berlanjut, IHSG berpotensi menguji area 7.100 yang merupakan level Fibonacci extension 1.414 sebagai support terdekat.
Apabila level tersebut ditembus, pelemahan diperkirakan masih dapat berlanjut menuju kisaran 6.900 yang bertepatan dengan Fibonacci extension 1.618.
Secara keseluruhan, mereka menegaskan bahwa intensitas konflik akan sangat menentukan besarnya dampak ekonomi yang muncul.