Menurut Michael, arus dana keluar tersebut masih akan membebani pasar hingga periode rebalancing berikutnya pada Juni mendatang.
“Yang akan dieksekusi oleh passive fund sampai pada bulan depan Juni, yaitu rebalancing selanjutnya,” tuturnya.
Dari sisi teknikal, Michael menilai IHSG kini berada dalam pola pelemahan besar setelah gagal mempertahankan level support penting.
“IHSG memiliki pola head and shoulders besar, di mana gagal mempertahankan 6.850 sebagai support terakhir, dan menuju angka 6.000,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya turut menanggapi pelemahan rupiah saat menghadiri agenda di Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026). Menurut dia, pelemahan kurs tidak terlalu berdampak bagi masyarakat desa karena mayoritas tidak bertransaksi menggunakan dolar AS.