AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Infrastruktur Bakal Digenjot di 2023, Bagaimana Nasib Saham Emiten Semen? 

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 19 Agustus 2022 20:00 WIB
Research Analyst PT MNC Sekuritas, beri analisa tentang pergerakan saham emiten semen.
Infrastruktur Bakal Digenjot di 2023, Bagaimana Nasib Saham Emiten Semen?  (Dok.MNC)
Infrastruktur Bakal Digenjot di 2023, Bagaimana Nasib Saham Emiten Semen?  (Dok.MNC)

IDXChannel - Adanya kenaikan harga batu bara sempat membuat sejumlah emiten industri produsen semen tampak mengalami tekanan. Emiten-emiten tersebut pun jarang direkomendasikan. 

Menyoroti hal tersebut, Research Analyst PT MNC Sekuritas, Aqil Triyadi mengatakan, pergerakan saham dari emiten berbasis semen ini terjadi pembalikan arah jika dibandingkan saham-saham berbasis batu bara.

"Untuk dari sektor semen sendiri bahan bakunya dari batu bara yang memang nantinya bisa diolah menjadi semen. Nah dari demand yang terjadi masih belum cukup tinggi dari semen sendiri karena fokus pemerintah dari beberapa tahun belakangan lebih kepada pemulihan ekonomi dan untuk kesehatan," jelas Aqil dalam IDX 2nd Session Closing, Jumat (19/8/2022).

Aqil melanjutkan bahwa diperkirakan pada 2023, setidaknya ada stimulus positif dari adanya beberapa prioritas dari pemerintah sendiri untuk kembali kepada pengembangan infrastruktur.

"Karena nantinya sektor konstruksi dan semen ini juga akan terdorong sentimen positif, namun dalam tahun 2022 ini dengan kenaikan harga komoditas outputnya tidak begitu bagus di sektor semen sendiri," ungkap Aqil.

Hal itu karena untuk bahan baku naik, permintaannya belum positif sehingga MNC Sekuritas melihat kinerja di tahun 2022 masih mengalami penurunan hingga di level stagnannya.

"Ini yang menjadikan sentimen negatif sehingga saham-saham dari berbasis sektor semen akan terkoreksi, dan ini yang direspon oleh pasar," katanya.

Untuk rekomendasi saham sektor semen hingga akhir tahun, MNC Sekuritas perkirakan di kisaran bulan September sampai Desember bisa lakukan akumulasi karena menanti adanya reli dari penguatan di penutupan akhir tahun.

Sehingga para investor dapat return yang cukup lumayan karena historikal menjelang bulan Desember ada potensi kenaikan dari harga saham emiten semen. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD