AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Insvestor Mesti Waspada, IHSG Bisa Longsor ke 6.500

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 18 Januari 2022 14:18 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini ambles sebesar 1,41% ke level 6.551,597.
Insvestor Mesti Waspada, IHSG Bisa Longsor ke 6.500. (Foto: MNC Media)
Insvestor Mesti Waspada, IHSG Bisa Longsor ke 6.500. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini ambles sebesar 1,41% ke level 6.551,597. Tidak hanya itu, investor juga mesti waspada karena indeks masih berpotensi turun lagi secara, bahkan sampai menyentuh 6.500.

Mengutip analisis teknikal Mandiri Sekuritas, Selasa (18/1/2022), IHSG sesi I ditutup melewati intraday support 6.620 yang berarti memberikan sinyal negatif.

"Selanjutnya, IHSG akan kembali menguji area support 6.500-6.550 untuk tren jangka menengah. Penutupan dibawah support akan memberikan sinyal bearish untuk IHSG," tulis analisis tersebut.

Pelemahan IHSG ditengarai berasal dari dalam negeri, di mana sentimen negatif datang dari kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Jika hingga akhir tahun lalu kasus infeksi harian Covid-19 masih konsisten di bawah 500, kini jumlahnya merangkak naik.

Pemerintah melaporkan kasus harian positif Corona selama 24 jam terakhir sebanyak 772 kasus per 17 Januari 2022. Provinsi DKI Jakarta melaporkan kasus paling banyak, yakni 493 kasus.

Kenaikan kasus infeksi Covid-19 juga dikaitkan dengan penyebaran varian baru jenis Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan akhir tahun lalu.

Kasus pertama Omicron di Indonesia dilaporkan pada pertengahan bulan Desember lalu. Jumlah kasus Covid-19 Omicron di Tanah Air setiap harinya bertambah semakin banyak.

Para ahli termasuk pemerintah memperkirakan puncak kasus Covid-19 Omicron di dalam negeri akan terjadi pada awal bulan Februari.

Akibatnya, beberapa pemerintah daerah mulai ancang-ancang mengambil opsi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, salah satunya adalah DKI Jakarta. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD