Tekanan tersebut juga sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia yang mengikuti koreksi di Wall Street.
Dari sisi domestik, kenaikan harga minyak dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap fiskal pemerintah apabila harganya melampaui asumsi dalam APBN.
Selain itu, mendekati periode libur lebaran, investor cenderung mengambil sikap wait and see sehingga aktivitas transaksi relatif lebih berhati-hati.
“Sementara menjelang periode libur panjang investor cenderung wait and see,” kata analis BRI Danareksa.
Meski demikian, kata BRI Danareksa, sektor perbankan masih menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks di tengah tekanan pasar yang meluas.