AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Investor Tunggu Data Neraca Dagang dan Risalah The Fed, IHSG Kuat Pekan Ini?

MARKET NEWS
TIM RISET IDX CHANNEL
Senin, 15 Agustus 2022 10:12 WIB
Pekan ini, investor akan banyak menyimak data ekonomi makro penting, termasuk neraca dagang RI dan risalah The Fed.
Investor Tunggu Data Neraca Dagang dan Risalah The Fed, IHSG Kuat Pekan Ini? (Foto: MNC Media)
Investor Tunggu Data Neraca Dagang dan Risalah The Fed, IHSG Kuat Pekan Ini? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot di awal perdagangan Senin (15/8/2022), kendati masih berada di level psikologis 7.100. Pekan ini, investor akan banyak menyimak data ekonomi makro penting, termasuk neraca dagang RI.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.38 WIB, IHSG turun 0,15% ke 7.118,50 dengan nilai transaksi Rp2,87 triliun dan volume perdagangan 8,14 miliar saham.

Walaupun turun pagi ini, IHSG masih naik 0,43% dalam sepekan dan menguat 6,84% dalam sebulan terakhir.

Sentimen Sepekan

Dari dalam negeri, pada Senin ini, akan ada rilis data neraca dagang Juli yang diproyeksikan sebesar USD3,93 miliar. Prakiraan ekonom tersebut lebih rendah dari posisi periode Juni yang sebesar USD5,09 miliar.

Pada Rabu (17/8), bursa saham tutup untuk memperingati hari kemerdekaan RI.

 Lalu, pada Jumat (19/8), investor akan menunggu data neraca pembayaran triwulan II 2022.

Eksternal

Sementara, dari luar negeri, Amerika Serikat (AS) akan merilis angka penjualan ritel Juli pada Rabu. Data ini menjadi amatan investor untuk menakar kekuatan belanja konsumen setelah perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua.

Selain itu, pelaku pasar juga akan kembali menyimak rilis data inflasi tahunan per Juli, seperti di Kanada (diproyeksikan akan turun), Britania Raya (diprakirakan akan naik lagi, ke 9,8% dari 9,4%), dan Jepang (diproyeksikan turun).

Lebih lanjut, akan ada sejumlah data soal angka pengangguran, yakni di Britania Raya (Selasa besok) dan Australia (Kamis).

Yang juga tidak kalah pentingnya, bank sentral AS (The Fed) akan mempublikasikan risalah pertemuan (FOMC) Juli pada Rabu.

Investor akan menggali informasi lebih lanjut dari Jerome Powell cs lewat risalah tersebut, dengan harapan bank sentral bisa, seperti dikutip dari Investing.com, melakukan softlanding.

Artinya, melakukan pendaratan yang relatif mulus di tengah inflasi yang meninggi dan risiko resesi yang muncul akibat upaya penanggulangan inflasi tersebut. (ADF)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD