AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Jelang Rilis Data Pekerjaan AS, Bursa Asia Kompak Hijau

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 07 Januari 2022 10:29 WIB
Bursa saham di kawasan Asia Pasifik sebagian besar terpantau menguat pada perdagangan Jumat pagi (7/1/2022).
Jelang Rilis Data Pekerjaan AS, Bursa Asia Kompak Hijau (Dok.MNC Media)
Jelang Rilis Data Pekerjaan AS, Bursa Asia Kompak Hijau (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Bursa saham di kawasan Asia Pasifik sebagian besar terpantau menguat pada perdagangan Jumat pagi (7/1/2022). Investor saat ini sedang menunggu laporan pekerjaan AS terbaru sembari mempersiapkan agenda kenaikan suku bunga dari Federal Reserve bulan Maret mendatang.

Hingga 09:54 WIB, Shanghai Composite China (SSEC) naik 0,09% di 3.589,13, Kospi Korea Selatan (KS11) menguat 0,88% di 2.946,17, dan Hang Seng Hong Kong (HSI) menanjak 0,47% di 23.181,50.

Adapun S&P 500 / ASX 200 Australia (AXJO) melejit 1,18% di 7.445,20, SET Thailand ditutup, Straits Times Singapura (STI) melesat -0,48% di 3.199,55, dan IDX Composite / IHSG tumbuh 0,59% di 6.692,79.

Berbeda dari lainnya, Nikkei 225 Jepang (N225) anjlok -0,41% di 28.370,50, dan Taiwan Weighted (TWII) merosot -1,01% di 18.182,52.

Sikap hawkish Federal Reserve AS yang tertuang dalam risalah pertemuan bulan Desember 2021 yang baru dirilis kemarin (6/1), sempat mengguncang pasar dalam beberapa hari pertama tahun 2022. Kondisi demikian membuat investor menilai kembali sikap bank sentral AS dalam memperketat kebijakan moneter mereka.

"Kami tahu memasuki 2022 The Fed akan menjadi penyebab volatilitas di pasar dan kami melihatnya dengan jelas awal tahun ini," kata Analis Forex Ally Lindsey Bell kepada Bloomberg, Jumat (7/1/2022).

"Kabar baiknya adalah bahwa hari ini tampaknya sedikit stabil setelah reaksi spontan kemarin," lanjutnya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD