AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Jokowi Larang Ekspor Batu Bara, Tak Ganggu Produksi Golden Energy Mines (GEMS)

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Rabu, 05 Januari 2022 09:43 WIB
Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang ekspor batu bara diakui tidak memberikan dampak pada PT Golden Energy Mines (GEMS).
Jokowi Larang Ekspor Batu Bara, Tak Ganggu Produksi Golden Energy Mines (GEMS) (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Jokowi Larang Ekspor Batu Bara, Tak Ganggu Produksi Golden Energy Mines (GEMS) (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang ekspor batu bara diakui tidak memberikan dampak pada PT Golden Energy Mines (GEMS). Perusahaan baru bara Sinarmas Group ini melihat, kebijakan larangan ekspor tersebut hanya sementara waktu yakni sampai akhir Januari 2022.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (5/1/2022), Corporate Secretary GEMS Sudin SH mengungkapkan, Golden Energy Mines sudah menerima surat dari Ditjen Minerba tentang pelarangan sementara ekspor batubara dari 1 Januari 2022 hingga 31 Januari 2022 karena rendahnya pasokan untuk pembangkit listrik domestik.

Larangan ekspor tersebut diharapkan tidak memiliki dampak yang material terhadap kinerja keuangan dan kegiatan operasional, terutama terhadap pendapatan usaha dari penjualan ekspor.

“Karena larangan ekspor batu bara tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mempengaruhi rencana produksi batu bara GEMS tahun 2022,” ujar Sudin.

Sudin menjelaskan, kegiatan produksi batu bara Golden Energy Mines tetap berjalan sesuai dengan rencana. Perseroan sedang melakukan penyesuaian operasional dalam proses pengapalan sejalan dengan larangan ekspor batu bara ini.

“Saat ini, Perseroan sedang melakukan komunikasi dengan pelanggan, pemasok, dan pihak terkait lainnya untuk mengurangi efek dari larangan sementara ekspor batu bara,” katanya.

Ke depan, GEMS akan terus memantau perkembangan kebijakan ini dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memitigasi risiko. Hal ini termasuk melakukan negosiasi untuk menunda sementara waktu jadwal pengapalan batu bara untuk pasar ekspor.

Adapun sejauh ini, perseroan selalu memenuhi peraturan domestic market obligation (DMO) yang diterapkan sejak 2018, dengan batas minimum sebesar 25 persen dari total produksi akan disalurkan untuk keperluan domestik.

Selama tahun 2021, GEMS telah memenuhi DMO lebih dari 30 persen. Untuk itu, Golden Energy Mines berharap agar pemerintah melalui ESDM dapat mengevaluasi larangan ekspor batu bara ini terutama bagi perusahaan-perusahaan yang selama ini telah memenuhi kewajiban DMO. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD