AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Kembangkan Kendaraan Berbasis Listrik, Bukit Asam (PTBA) Gandeng INKA

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 08 Desember 2021 15:37 WIB
PTBA juga melakukan reforestasi pada lahan bekas tambang dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kembangkan Kendaraan Berbasis Listrik, Bukit Asam (PTBA) Gandeng INKA (FOTO:MNC Media)
Kembangkan Kendaraan Berbasis Listrik, Bukit Asam (PTBA) Gandeng INKA (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggandeng PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk mengembangkan kendaraan tambang berbasis listrik. 

Melalui siaran resminya, perseroan menyatakan kerja sama ini merupakan bentuk sinergi BUMN dalam mendukung pemerintah mendorong target Net Zero Emission pada 2060, yang juga merupakan langkah PTBA dalam usaha dekarbonisasi. 

Setelah penandatanganan kontrak, kerja sama ini akan dilanjutkan dengan pembentukan tim dan penyusunan kajian bersama yang komprehensif sehubungan dengan pengembangan kendaraan tambang berbasis listrik ramah lingkungan. 

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto mengatakan perusahaan BUMN memiliki peluang berkontribusi optimal mewujudkan komitmen tersebut yang merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan komitmen pemerintah Indonesia menuju net zero emission 2060, 

"Salah satunya dengan mengarahkan kendaraan operasional pertambangan untuk beralih ke listrik. Ini peluang bagi kita untuk mengembangkan, daripada harus beli atau impor. Jadi semaksimal mungkin bisa kurangi impor," kata Suryo Eko, Selasa (7/12). 

Suryo berharap penandatanganan ini bisa segera ditindaklanjut ke tahap berikutnya, sehingga prototype kendaraan bisa dikembangkan pada akhir tahun 2022. 

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro menjelaskan bahwa kerjasama ini didasari oleh keahlian masing-masing perusahaan. 

“Kami berkolaborasi, yang dimiliki oleh INKA adalah membuat kendaraan berbasis listrik. PTBA memiliki keahlian sebagai operator tambang, ini bagaimana supaya bisa berhasil sehingga bisa kembangkan kendaraan tambang berbasis listrik.” terang Budi. 

Sebagai catatan, sampai saat ini PTBA memiliki sejumlah program untuk menekan emisi karbon, antara lain mengubah alat pertambangan berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar listrik lewat program Eco Mechanized Mining (e-MM), dan mengganti kendaraan operasional menjadi kendaraan listrik

PTBA juga melakukan reforestasi pada lahan bekas tambang dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB). Kerja sama ini dilakukan untuk melakukan studi terkait tanaman yang mampu mereduksi emisi karbon di udara. 

Kemudian, PTBA juga melakukan penggantian terhadap bahan perusak ozon (BPO) seperti penggunaan refrigerant AC yang ramah lingkungan dan penggantian BPO-Halon 1211 pada Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD