sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Masuk Fase Transisi, Harga Batu Bara Masih Topang Kinerja ADRO

Market news editor Desi Angriani
20/12/2025 18:00 WIB
ADRO berada dalam fase transisi bisnis menyusul divestasi sebagian aset batu bara termal pada 2024.
Masuk Fase Transisi, Harga Batu Bara Masih Topang Kinerja ADRO (Foto: dok ADRO)
Masuk Fase Transisi, Harga Batu Bara Masih Topang Kinerja ADRO (Foto: dok ADRO)

Sementara itu, kinerja ADRO masih bertumpu pada bisnis inti pertambangan dan perdagangan batu bara yang relatif resilien. EBITDA diperkirakan mencapai USD728 juta, mencerminkan margin operasional yang tetap sehat meski harga batu bara mengalami penyesuaian. 

Kontribusi segmen non-batu bara masih terbatas, dengan pendapatan jasa pertambangan diperkirakan USD793 juta dan segmen lainnya sekitar USD80 juta, sehingga belum menjadi pendorong utama pertumbuhan dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis tersebut, Phintraco Sekuritas memulai cakupan saham ADRO dengan rekomendasi BUY dan target harga Rp2.140 per saham. Valuasi ini didasarkan pada pendekatan sum-of-the-parts (SOTP) yang mencakup nilai gabungan ADMR, AADI, serta portofolio pembangkit listrik tenaga air (hydropower). Metode ini menghasilkan estimasi nilai perusahaan sebesar USD3,95 miliar dan nilai ekuitas sekitar USD3,71 miliar.

Lebih lanjut, Phintraco melihat potensi kenaikan lebih lanjut dari saham ADRO, terutama dari peluang monetisasi aset non-batu bara serta arus kas operasional yang relatif stabil. 

Namun demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko utama, termasuk volatilitas harga batu bara, ketidakpastian pengembangan proyek non-batu bara, serta potensi penurunan volume produksi akibat faktor cuaca dan kebijakan regulasi.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement