“Fenomena new blue chips bisa mencapai puncaknya di 2026,” katanya, pada 24 Desember 2025.
Namun, ia mengingatkan bahwa fase tersebut justru bisa diwarnai dengan pergerakan yang cenderung melambat.
Menurut William, kejenuhan beli berpeluang membuat laju harga saham-saham tersebut tidak lagi seagresif sebelumnya.
Ia menjelaskan, pada tahap tersebut pasar berisiko memasuki fase stagnasi karena tekanan beli yang sudah terlalu kuat dalam periode sebelumnya.
Meski demikian, ia menilai saham-saham ini tetap memiliki peran strategis dalam pergerakan indeks, khususnya sebagai penopang ketika pasar terkoreksi.