AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Naikkan Pendapatan, Surya Biru (SBMA) Tingkatkan Produksi Oksigen

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Kamis, 16 September 2021 08:09 WIB
PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) menyampaikan keinginannya untuk menaikkan pendapatan sekaligus meningkatkan produksi oksigen.
Naikkan Pendapatan, Surya Biru (SBMA) Tingkatkan Produksi Oksigen. (Foto: MNC Media)
Naikkan Pendapatan, Surya Biru (SBMA) Tingkatkan Produksi Oksigen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) menyampaikan keinginannya untuk menaikkan pendapatan sekaligus meningkatkan produksi oksigen. Langkah tersebut tidak hanya dilakukan untuk kepentingan perseroan, tetapi juga memenuhi kebutuhan nasional terhadap oksigen dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Direktur SBMA, Iwan Sanyoto, mengatakan ceruk pasar untuk oksigen medis masih begitu besar. Terlebih hingga saat ini kasus positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit secara nasional masih cukup tinggi. Diharapkan dengan beroperasinya pabrik baru untuk oksigen medis bisa membantu rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan. Selain itu juga diharapkan bisa mengerek pertumbuhan pendapatan perseroan.

"Selain untuk mengerek pendapatan tahun depan agar kian berkibar, hal ini (penambahan kapasitas produksi oksigen medis) juga untuk mendukung pemerintah untuk mengatasi tingginya permintaan oksigen medis nasional," ujar Iwan dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Dijelaskan Iwan bahwa pembangunan pabrik yang dilakukan perseroan nantinya akan mendorong kenaikan omset perseroan hingga dua kali lipat. Di tengah upaya SBMA mengakselerasi pembangunan pabrik baru, kini kontrak jual beli terus berdatangan.

Beberapa kontrak baru yang datang yaitu dari PT Pertamina Drilling Servis Indonesia, Trakindo Balikpapan Site, (Refinery Development Master Plan) Pertamina Balikpapan-JO, RSUD di Tanjung, dan RS. SMRC Samarinda. Terkait nilai kontrak untuk saat ini belum dapat di-disclose lantaran beberapa di antaranya masih dalam proses.

"Belum dapat memastikan besarnya, berapa total dari nilai kontrak baru yang didapat tapi pastinya sangat besar, saat ini kami masih melakukan kalkulasi karena kemungkinan masih akan bertambahnya kontrak baru karena beberapa perusahaan baru tengah berkomunikasi dengan perseroan," sambungnya.

Seperti diketahui, saat ini SBMA tengah meningkatkan volume produksinya dari 2 juta liter per tahun menjadi 10 juta liter per tahun atau naik lima kali lipat. Untuk itulah perseroan melakukan penambahan tiga unit lorry tank, 50 tabung vgl oxygen dan investasi 5.000 tabung.

Mengacu pada penjualan tahun lalu, segmen pasar yang paling banyak "order" gas pada SBMA adalah industri tambang sebesar 26 persen, Engineering Procurement and Constuction (EPC) sebesar 11 persen, reseler 11 persen. Kemudian industri migas, industri permesinan dan baja, serta industri galangan kapal masing-masing 10 persen. Untuk industri Petrokimia menyerap 20 persen, rumah sakit 2 persen dan laboratorium 7 persen.

Saat ini, SBMA memiliki enam jaringan tranportasi dan distribusi yang tersebar di seluruh Kalimantan seperti di Samarinda, Berau, Bontang, Tarakan, Tanjung dan Nunukan. Dengan memanfaatkan dana hasil IPO, perseroan akan menambah jumlah stasiun-stasiun distribusi berupa filling station dan distribution hub di Seperti diketahui, saat ini SBMA tengah meningkatkan volume produksinya dari 2 juta liter per tahun menjadi 10 juta liter per tahun atau naik lima kali lipat.

Untuk itulah perseroan melakukan penambahan tiga unit lorry tank, 50 tabung vgl oxygen dan investasi 5.000 tabung. Mengacu pada penjualan tahun lalu, segmen pasar yang paling banyak "order" gas pada SBMA adalah industri tambang sebesar 26 persen, Engineering Procurement and Constuction (EPC) sebesar 11 persen, reseler 11 persen. Kemudian industri migas, industri permesinan dan baja, serta industri galangan kapal masing-masing 10 persen. Untuk industri Petrokimia menyerap 20 persen, rumah sakit 2 persen dan laboratorium 7 persen.

Saat ini, SBMA memiliki enam jaringan tranportasi dan distribusi yang tersebar di seluruh Kalimantan seperti di Samarinda, Berau, Bontang, Tarakan, Tanjung dan Nunukan. Dengan memanfaatkan dana hasil IPO, perseroan akan menambah jumlah stasiun-stasiun distribusi berupa filling station dan distribution hub di beberapa titik yang berdekatan dengan pelanggannya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD