IDXChannel – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dinilai tengah memasuki fase transformasi penting yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap siklus harga pulp.
Pabrik baru di Karawang diperkirakan menjadi penggerak utama perubahan tersebut dengan mendorong bisnis kemasan menjadi kontributor terbesar pendapatan dalam beberapa tahun ke depan.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin dalam riset yang diterbitkan pada 8 Juli 2026 menjelaskan, proyek pabrik Indah Kiat Karawang (IKK) senilai sekitar USD3 miliar akan mengubah profil bisnis INKP dari produsen pulp yang sangat dipengaruhi siklus komoditas menjadi pemain kemasan dengan margin lebih tinggi.
Pabrik tersebut akan menambah kapasitas produksi kemasan hingga 3,9 juta ton, dengan tahap pertama mencapai 2,4 juta ton.
Berbeda dengan pabrik Serang yang sekitar 30 persen produksinya berupa kemasan putih (white packaging), pabrik Karawang memiliki komposisi sekitar 77 persen, sehingga menghasilkan harga jual dan margin yang lebih tinggi.
Menurut Wilbert, kemasan putih memberikan margin kotor sekitar 23 persen, jauh di atas produk dari pabrik Serang yang sekitar 15 persen. Hal itu didukung pasokan bahan baku internal berupa bleached chemi-thermomechanical pulp (BCTMP) dan bleached hardwood kraft pulp (BHKP) dari afiliasi perusahaan.
Seiring beroperasinya pabrik tersebut, Mirae memperkirakan bisnis kemasan menyumbang hampir 50 persen, tepatnya 49,9 persen, pendapatan INKP pada 2028. Untuk pertama kalinya, kontribusinya diperkirakan melampaui gabungan bisnis pulp dan kertas grafis, menandai perubahan struktur pendapatan perseroan.
Meski industri pulp diperkirakan menghadapi tekanan akibat tambahan kapasitas global dalam beberapa tahun mendatang, Mirae menilai posisi biaya produksi INKP tetap menjadi keunggulan utama.
Indonesia disebut berada pada kelompok produsen dengan biaya produksi terendah di dunia.
Mirae memperkirakan biaya tunai (cash cost) INKP sekitar USD250 per ton, ditopang kontrak pasokan serat dengan afiliasi hingga 2035, penggunaan energi terbarukan sekitar 54 persen, harga batu bara yang mendapat fasilitas domestic market obligation (DMO), serta mayoritas biaya dalam rupiah sementara pendapatan diperoleh dalam dolar AS.
Kondisi tersebut membuat margin tunai INKP dinilai tetap tangguh meski harga pulp melemah.
Mirae memperkirakan margin tunai masih berada di kisaran USD263 per ton pada 2028, hanya sedikit lebih rendah dibanding proyeksi USD298 per ton pada 2026.
Transformasi bisnis itu juga diperkirakan mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam beberapa tahun mendatang.
Mirae memproyeksikan pendapatan INKP tumbuh rata-rata 10,4 persen per tahun sepanjang 2025–2028, didorong pertumbuhan bisnis kemasan sekitar 34 persen per tahun seiring peningkatan utilisasi pabrik Karawang.
Sementara itu, EBITDA diperkirakan tumbuh rata-rata 7,9 persen per tahun dan laba inti meningkat 11,8 persen per tahun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang sekitar 5,7 persen.
Margin kotor diperkirakan sempat tertekan menjadi 28,1 persen pada 2026 akibat biaya awal operasional pabrik baru, sebelum kembali membaik menjadi 30,4 persen pada 2028.
Di sisi lain, berakhirnya siklus belanja modal proyek Karawang diperkirakan memperkuat neraca keuangan perusahaan.
Mirae memperkirakan arus kas bebas (free cash flow) kembali positif pada 2027, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA turun dari 1,3 kali menjadi 0,6 kali. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi peningkatan pembagian dividen.
Berdasarkan prospek tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memulai cakupan atas saham INKP dengan rekomendasi beli dan target harga Rp13.500 per unit.
Target tersebut mencerminkan valuasi 5,1 kali EV/EBITDA 2027, yang menurut Mirae masih berada di bawah rata-rata perusahaan sejenis di tingkat global.
Meski demikian, Wilbert mengingatkan terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor, antara lain pelemahan harga pulp yang lebih dalam dari perkiraan, proses peningkatan produksi pabrik baru yang lebih lambat, serta risiko terkait kebijakan pemerintah dan transaksi dengan pihak berelasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.