Parah! Jiwasaraya Rekayasa Laporan Keuangan Sejak 2006

Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 08 Januari 2020 15:15 WIB
BPK ungkap Jiwasraya (Persero) melakukan rekayasa laporan keuangan agar meraih laba. Praktik tersebut dilakukan sejak 2006.
Parah! Jiwasaraya Rekayasa Laporan Keuangan Sejak 2006. (Foto: Ist)

IDXChannel – Setelah melakukan pemeriksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan fakta bahwa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melakukan rekayasa laporan keuangan agar meraih laba. Praktik tersebut dilakukan sejak 2006.

Dikatakan Ketua BPK Agung Firman Sampurna, masalah Jiwasraya sudah terjadi sejak lama. "Meskipun sejak 2006 perusahaan masih membukukan laba, tapi laba tersebut sebenarnya adalah laba semu sebagai akibat rekayasa akuntansi atau window dressing di mana sebenarnya perusahaan mengalami kerugian,” ungkapnya saat jumpa pers di Jakarta, pada Rabu (8/1/2020).

Ditambahkan Agung, Jiwasraya sejatinya pada 2017 juga mengklaim meraih laba Rp360,3 miliar namun memperoleh Opini Tidak Wajar (adverse) dari Kantor Akuntan Pajak (KAP) PWC. Hal itu diperoleh akibat kecurangan pencadangan premi sebesar Rp7,7 triliun.

“Jika pencadangan dilakukan sesuai ketentuan, seharusnya perusahaan menderita rugi,” tegas Agung saat bicara di depan awak media.

Kemudian terlihat saat kinerja keuangan 2018 di mana Jiwasraya rugi Rp15,3 triliun. Kerugian terus berlanjut hingga pada Januari-September 2019, kerugian tercatat menembus angka Rp13,7 triliun.

“Pada posisi November 2019, Jiwasraya diperkirakan mengalami negative equity sebesar Rp27,2 triliun," tandasnya. (*)

Baca Juga