Sistem ini diyakini mampu meningkatkan kepatuhan pajak dan memperluas basis pajak secara struktural, sehingga memperkuat kapasitas fiskal tanpa perlu menaikkan tarif pajak.
Ruang fiskal yang lebih kuat tersebut membuka peluang belanja negara dengan dampak pengganda tinggi, terutama untuk infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan industrialisasi.
Di saat yang sama, digitalisasi sistem perpajakan dinilai dapat menurunkan biaya kepatuhan, meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor, mempercepat formalisasi ekonomi, serta mendorong produktivitas nasional.
Sucor juga menyoroti posisi strategis Indonesia dalam peta rantai pasok global.
Dengan populasi usia produktif yang besar, struktur biaya yang kompetitif, serta lokasi strategis di jalur perdagangan utama dunia, Indonesia dinilai berpeluang menjadi simpul penting rantai pasok global.
Tren diversifikasi China+1 disebut membuka peluang besar, terlebih dengan dukungan ketersediaan mineral kritis yang memungkinkan pengembangan manufaktur terintegrasi dari hulu ke hilir.