Menurut Sucor, dengan perbaikan infrastruktur dan reformasi regulasi yang berkelanjutan, Indonesia berpeluang bertransformasi dari eksportir komoditas menjadi pusat manufaktur berbasis sumber daya yang terhubung langsung dengan rantai pasok global.
Dalam strategi investasinya, Sucor Sekuritas merekomendasikan overweight pada sektor-sektor yang berorientasi domestik. Untuk sektor perbankan, saham BBRI, BMRI, dan BRIS menjadi pilihan utama karena dinilai paling siap memanfaatkan dorongan struktural ekonomi.
Di sektor telekomunikasi, EXCL dan WIFI menjadi saham unggulan. EXCL diproyeksikan diuntungkan oleh berakhirnya perang tarif seluler, sementara WIFI menawarkan potensi pertumbuhan kuat seiring masih rendahnya penetrasi internet pita lebar tetap (fixed broadband) di Indonesia.
Sementara itu, sektor konsumer dan properti diperkirakan ikut terdorong oleh membaiknya kondisi fiskal. Saham-saham seperti INDF, MYOR, KIJA, PANI, dan ASSA menjadi pilihan utama Sucor Sekuritas dalam kelompok ini.
Peluang Selektif Mulai Terbuka
Seperti Sucor, tekanan pasar saham Indonesia yang dipicu isu MSCI juga dinilai justru membuka peluang selektif bagi investor.