Pemerintah sebelumnya memangkas kuota produksi bijih nikel 2026 menjadi 250-270 juta wet metric ton, turun dari 379 juta ton pada 2025.
Di sisi lain, revisi formula harga acuan bijih nikel yang mulai berlaku 15 April diperkirakan akan semakin menekan margin pelaku industri. (Aldo Fernando)