Komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy, memiliki kontribusi besar terhadap ekspor nasional, sehingga penting untuk memastikan nilai ekonominya tercatat secara lebih transparan, sehingga devisanya kembali ke dalam negeri secara maksimal, dan membawa manfaat yang optimal bagi perekonomian.
David menjelaskan bahwa komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy memiliki kontribusi besar terhadap ekspor Indonesia sehingga memerlukan sistem pengelolaan yang mampu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi perdagangan.
Dari sisi ekonomi, David menilai DSI berpotensi memperkuat monitoring ekspor sekaligus menekan praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini menjadi perhatian dalam perdagangan komoditas.
Dari perspektif ekonomi, David juga meyakini hadirnya DSI dapat menjadi instrumen untuk memperkuat monitoring ekspor, memperbaiki pencatatan DHE, serta menekan praktik under invoicing dan transfer pricing.
"Dan bila dijalankan dengan baik, dampaknya bisa positif terhadap cadangan devisa, penerimaan negara, stabilitas nilai tukar, dan bahkan kinerja emiten ekspor karena pendapatan dapat tercermin lebih wajar," ujar David.