AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Penjualan Gunawan Dianjaya (GDST) Rp1,11 Triliun di Kuartal III-2021, Naik 12,31 Persen

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 26 November 2021 13:39 WIB
Posisi aset perseroan per 30 September 2021 mencapai Rp1,63 triliun, atau naik 2,69% dibandingkan Rp1,58 triliun yang dicapai per 31 Desember 2020. V
Penjualan Gunawan Dianjaya (GDST) Rp1,11 Triliun di Kuartal III-2021, Naik 12,31 Persen (FOTO:MNC Media)
Penjualan Gunawan Dianjaya (GDST) Rp1,11 Triliun di Kuartal III-2021, Naik 12,31 Persen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), emiten sektor bahan baku yang bergerak di bidang pembuatan pabrik plat baja hot rolling ini meraup penjualan bersih sebesar Rp1,11 triliun, atau naik 12,31% dibandingkan Rp997,2 miliar pada periode yang sama tahun 2020. 

Pengiriman plat di pasar ekspor menopang penjualan bersih perseroan sebesar Rp195,1 miliar, atau naik 436,58% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 mencapai Rp36,3 miliar. Adapun pengiriman plat lokal menurun tipis -3,17% sejumlah Rp865,7 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp894,1 miliar. 

Segmentasi penjualan waste plate juga berkurang -11,73% sebesar Rp58,8 miliar dari Rp66,6 miliar. Selanjutnya penjualan slab besi sebesar Rp236,1 juta, menurut laporan keuangan Gunawan Dianjaya Steel kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/11/2021) 

Kenaikan penjualan turut mendongkrak beban pokok penjualan perseroan mencapai Rp1,03 triliun atau naik dari periode sebelumnya sejumlah Rp943 miliar. Alhasil, laba kotor perseroan menjadi Rp84,7 miliar, atau naik 56,31% dari Rp54,2 miliar. 

Setelah terkena perhitungan beban umum, administrasi, lain-lain, serta pajak, maka perseroan masih mencatatkan rugi komprehensif periode berjalan sebesar Rp19,42 miliar, turun dari rugi bersih yang dicapai pada periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp108,2 miliar. 

Sehingga, perhitungan tersebut membawa rugi per saham dasar perseroan mencapai minus Rp2,44, turun dari periode sebelumnya sejumlah Rp12,24. 

Posisi aset perseroan per 30 September 2021 mencapai Rp1,63 triliun, atau naik 2,69% dibandingkan Rp1,58 triliun yang dicapai per 31 Desember 2020. 

Jumlah liabilitas mencapai Rp802,9 miliar, dan total ekuitas sebesar Rp828,05 miliar. Posisi kas dan bank akhir periode mencapai Rp4,31 miliar atau naik dibandingkan pada periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,85 miliar.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD