AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Penjualan Meningkat, Laba Erajaya (ERAA) Melejit 170,87 Persen di Kuartal I-2021

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Rabu, 26 Mei 2021 09:17 WIB
Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp278,19 miliar atau lebih tinggi 170,87 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Penjualan Meningkat, Laba Erajaya (ERAA) Melejit 170,87 Persen di Kuartal I-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) catatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp278,19 miliar atau lebih tinggi 170,87 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp102,70 miliar.

Berdasarkan laporan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar Rp10,84 triliun atau naik 38,95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,80 triliun dengan laba per saham dasar Rp17.

Sementara itu, penjualan perseroan terdiri atas telepon selular dan tablet, produk operator, komputer dan peralatan elektronik lainnya, serta aksesoris dan lain-lain. Telepon selular dan tablet tercatat Rp8,77 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp5,93 triliun; produk operator tercatat Rp803,07 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,05 triliun.

Dalam laporan tersebut, komputer dan peralatan elektronik lainnya tercatat Rp535,16 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp311,86 miliar; aksesoris dan lain-lain tercatat Rp732,51 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp496,13 miliar.

Sampai dengan kuartal I-2021, Perseroan memiliki 88 titik distribusi dan 1.075 owned retail outlet. Selain itu, Perseroan juga memiliki kerjasama dengan kurang lebih 62.000 toko retail pihak ketiga.

ERAA juga mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal I-2021 menjadi Rp9,64 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,02 triliun. Beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp434,96 miliar dari sebelumnya Rp320,52 miliar, serta beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp314,81 miliar dari sebelumnya Rp273,43 miliar.

Sementara itu, kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp2,20 triliun, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp202,17 miliar, dan kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan tercatat Rp1,50 triliun.

Erajaya Swasembada mencatatkan liabilitas sebesar Rp6,06 triliun dan ekuitas Rp5,92 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp11,98 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp11,21 triliun. (FHM)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD