AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Pertahankan Persentase Kepemilikan, Ini Penjelasan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Minggu, 01 Agustus 2021 14:29 WIB
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kerap kali disebut dalam istilah kegiatan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pertahankan Persentase Kepemilikan, Ini Penjelasan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kerap kali disebut dalam istilah kegiatan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bagi investor pemula ataupun yang baru saja ingin terjun dalam dunia pasar modal belum terlalu mengenal apa HMETD ini.

HMETD begitu diperhatikan bagi investor yang berkepentingan karena hal ini mengangkut hak investor sebagai pemegang saham. Hal ini juga menyangkut aset dan menyangkut nilai portofolionya di pasar. Penjelasan mengenai HMETD juga diatur dalam eputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-26/PM/2003.

Mengutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Minggu (1/8/2021), HMETD ini mengayomi investor bahwa mereka memiliki hak. Hak ayang dimaksud adalah hak untuk memesan terlebih dahulu efek atau saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan publik atau emiten.

Dari penjelasan di atas, tampak terdapat dua sisi kepentingan, yaitu emiten sebagai yang memberikan hak, juga investir sebagai pemegang saham dan penerima hak.

Hak di sini berkaitan dengan aksi korporasi emiten dalam menambahkan modal perusahaan. Dengan menambah modal, maka perusahaan perlu menerbitkan dan menjual saham baru. Maka dari itu emiten harus menawarkan saham baru tersebut kepada pemegang saham sebelum menawarkannya ke pihak luar. Hal inilah yang disebut sebagai HMETD.

Terdapat pula hak dari sisi investor sebagai pemegang saham. Investor ini memiliki hak untuk membeli saham baru secara proporsional dan sesuai dengan volume kepemilikannya.

Sebagai informasi, HMETD adalah hak yang memiliki jangka waktu tertentu. Karena bersifat hak, maka tidak ada paksaan bagi investor untuk harus membeli saham baru tersebut. Dengan kata lain, ivestor sendiri yang menentukan akan menggunakan haknya atau tidak.

Namun perlu dipahami juga, dalam hal penerbitan dan penawaran saham baru yang disertai dengan HMETD, jika investor tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru tersebut maka porsi kepemilikannya di emiten tersebut akan mengalami dilusi.

Yang dimaksud dilusi adalah persentase kepemilikan saham bagi investor pada emiten yang dituju akan turun secara signifikan.

Selain yang telah disebutkan, HMETD juga memiliki nilai. Seperti yang sudah dipahami HMETD yang sifatnya hak ini, maka jika tidak digunakan oleh investor, maka investor atau pemegang saham bisa menjualnya pada pihak ke tiga di pasar modal. Hal itu disebut juga sebagai bukti right. Oleh karena itu, HMETD juga bernilai aset karena memiliki nilai. (SNP)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD