Hasa menjelaskan, saat ini proposal tersebut sudah masuk dalam pembahasan yang lebih teknis bersama MSCI, sebelum kembali diumumkan hasil final status klasifikasi pasar modal RI di bulan Juni mendatang.
"Saat ini sedang memasuki tahap pembahasan lebih teknis sampai nanti siklus evaluasi indeks berikutnya dari indeks provider global yang akan jatuh di bulan Mei dan indeks klasifikasi pasar di bulan Juni," katanya.
Seiring dengan proses evaluasi tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat struktur dan kredibilitas pasar modal domestik agar tetap kompetitif di mata investor global. Salah satu fokus utama adalah memastikan likuiditas pasar tetap terjaga serta meningkatkan kualitas tata kelola emiten.
Hasan menambahkan, regulator bersama pemangku kepentingan lain seperti Bursa Efek Indonesia dan pelaku industri terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan seluruh rekomendasi dapat diimplementasikan tepat waktu. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan sinyal positif kepada investor global sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia.
"Kita harapkan (agenda reformasi) sejalan dengan apa yang mereka sampaikan. Kita mendapatkan hasil yang positif pada saatnya nanti," katanya.
(Rahmat Fiansyah)