“Terlebih, seluruh proyeksi mengarah pada kelebihan pasokan yang signifikan pada kuartal pertama, dipicu oleh permintaan musiman yang lemah serta peningkatan produksi OPEC+,” katanya.
Sementara, Strategist UBS Giovanni Staunovo mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan, namun ekspor dan produksi Venezuela mulai berada di bawah tekanan menyusul blokade kapal tanker minyak oleh AS, dengan risiko tren pelemahan ini berlanjut.
Sementara itu, Chief Executive Vanda Insights yang berbasis di Singapura, Vandana Hari, menyebut implikasi langsung terhadap pasar minyak relatif minimal. Menurutnya, dampaknya tidak lebih dari sekadar kenaikan kecil pada premi risiko Venezuela.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Trump mengatakan Maduro bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.
“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan ke luar negeri,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.