“Dampaknya terhadap harga minyak tidak akan terlalu besar karena stok diperkirakan meningkat signifikan. Namun, gangguan pasokan tak terduga di Venezuela, Rusia, dan Kazakhstan terus bertambah dan akan menggerus akumulasi stok tersebut,” ujar Sen kepada The National.
Lebih lanjut, analis FX Empire James Hyerczyk menilai kelebihan pasokan yang besar masih menjadi faktor dominan, sehingga risiko geopolitik tersebut hanya memberi dampak terbatas pada pergerakan harga.
Hyerczyk mengatakan, harga minyak mentah diperkirakan hanya bergerak tipis saat perdagangan dibuka kembali pada Minggu malam.
Brent diproyeksikan naik sekitar USD1-USD2 per barel, atau bahkan berpotensi melemah sepanjang pekan.
Produksi Venezuela yang kini di bawah 1 juta barel per hari, dengan ekspor sekitar setengahnya, dinilai terlalu kecil untuk mengubah keseimbangan pasar global yang tengah dibanjiri pasokan.