Beberapa sektor usaha yang terkena pukulan paling dalam antara lain manufaktur, makanan minuman, farmasi, tekstil, elektronik, otomotif, dan industri yang rantai pasoknya masih bergantung pada impor.
"Namun ruang untuk menaikkan harga juga tidak besar karena daya beli masyarakat masih menjadi perhatian. Karena itu banyak perusahaan saat ini lebih fokus melakukan efisiensi operasional, menekan biaya non-prioritas, melakukan hedging, serta meningkatkan penggunaan bahan baku lokal untuk mengurangi tekanan kurs," tutur Erwin.
(DESI ANGRIANI)