Namun, kondisi berbeda berlaku bagi PTRO. Menurut dia, mekanisme observasi MSCI justru membuat peluang saham ini lebih rentan terhadap fluktuasi harga harian.
“Untuk PTRO, selama 10 hari observasi akan dipilih satu hari secara acak. Jika pada hari tersebut berada di area di bawah 11.500, maka PTRO akan tidak masuk pada periode Februari ini,” imbuh dia.
Sebelumnya, Michael menjelaskan bahwa tekanan pada sejumlah saham konglomerat, terutama BUMI dan PTRO, tidak semata-mata bersifat teknikal.
“Perlu ditekankan bahwa pada 30 Januari 2026 akan ada pengumuman terhadap metode perhitungan free float (FF) oleh MSCI yang akan diimplementasikan secara bertahap hingga Mei 2026,” demikian Michael menjelaskan, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, faktor tersebut dapat menjadi sentimen tambahan di luar dinamika pergerakan harga yang sudah terjadi sebelumnya.