“War pricing dari pada perusahaan telco diproyeksikan oleh banyak analis akan berakhir di tahun ini,” ujar Michael, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, dari sisi pergerakan saham, EXCL juga menunjukkan sinyal yang cukup konstruktif. Aksi akumulasi yang terjadi dinilai mencerminkan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ke depan.
“Melihat area teknikalnya, maka EXCL berpeluang menuju ke 4.500,” imbuh dia.
Sementara, UOB Kay Hian dalam risetnya yang terbit pada 17 November 2025 menilai kinerja EXCL tetap solid meski masih dibebani biaya integrasi merger yang besar.
Sepanjang sembilan bulan 2025, biaya integrasi tercatat mencapai Rp4,4 triliun dan beban serupa masih berlanjut pada kuartal IV-2025 sebelum mulai mereda pada 2026.