Perlu dicatat, level ATH BNBR, BUMI, dan ENRG berasal dari periode sebelum krisis finansial global 2008 saat saham-saham Grup Bakrie sempat melesat tinggi sebelum akhirnya rontok akibat tekanan krisis dan restrukturisasi utang.
Kini, BUMI dan BRMS dikendalikan bersama oleh Grup Bakrie dan Grup Salim.
BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG pada Rabu (1/4) sejalan dengan reli mayoritas bursa Asia yang mencerminkan perubahan cepat menuju mode risk-on di pasar global.
Deeskalasi Timur Tengah menjadi katalis utama setelah pasar merespons positif sinyal diplomatik Iran dan potensi penarikan pasukan Amerika Serikat dalam beberapa minggu ke depan.
BRI Danareksa menyebut rally saat ini masih bersifat sentiment-driven dan liquidity-driven, sehingga keberlanjutannya sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan arus dana asing.
Di sisi lain, pasar saham Indonesia kini berada dalam fase penentuan menjelang pengumuman FTSE dan MSCI pada April-Mei 2026.