AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Siap-siap! Grab Akan Merger dengan Perusahaan Investasi Asal AS

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Senin, 14 Juni 2021 11:53 WIB
Grab mengumumkan akan melakukan merger dengan sebuah perusahaan investasi asal AS bernama Altimeter Growth Corp.
Siap-siap! Grab Akan Merger dengan Perusahaan Investasi Asal AS. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Jika di Indonesia Gojek sudah melakukan merger dengan Tokopedia dan membentuk holding baru beranama GoTo, sebuah langkah serupa tapi tak sama juga dilakukan oleh Grab Holding Inc. Perusahaan yang bermarkas di Singapura ini sedang bersiap melakukan merger juga.

Chief Executive Officer Grab Holdings Inc, Anthony Tan, mengungkapkan rencana perusahaan ride hailing ini akan merger dengan perusahaan akuisitor asal Amerika Serikat (AS), Altimeter Growth Corp. Anthony yakin proses tersebut akan terealisasi setidaknya di akhir tahun ini.

Rencana ini sebanarnya sudah berlangsung lama, namun beberapa kali tertuna akibat masalah finansial yang belum terselesaikan. Diskusi antar dua perusahaan itu tertunda pekan pekan lalu, dan direbncanakan akan selesai pada Kuartal IV-2021 mendatang.

Saat mengumumkan rencana merger tersebut di bulan April, Grab mengaku tengah menargetkan presentasi investor selesai pada Juli tahun ini.

"Kami memutuskan untuk lebih proaktif," kata Anthony dalam sebuah intervievnya dengan Televisi Bloomberg. "Kami akan memastikan laporan keuangan yang transparan. Ini akan memakan waktu lebih panjang dari perkiraan kami."

Grab, yang beroperasi di seluruh Asia Tenggara, adalah perusahaan terbaru yang terpengaruh oleh pengawasan ketat dari regulator keuangan AS yang melibatkan SPAC. Pasar SPAC sendiri telah dihantam oleh tindakan keras oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS serta tuntutan hukum dari pemegang saham, penurunan harga saham, dan penundaan pencatatan yang direncanakan.

Sayangnya, menghadapi masalah tersebut, Anthony menolak berkomentar saat ditanya soal rencana melakukan pernyataan ulang besar-besaran setelah audit keuangan.

Akan tetapi, jika merger itu terjadi, maka Grab bisa melakukan listing di bursa AS, meski mereka tetap memasukkan listing di Singapura, di mana Anthony mengaku masih mempertimbangkan semua opsi. Namun dia mengatakan Grab fokus untuk masuk ke dalam Nasdaq melalui merger Altimeter dengan nilai USD40 miliar.

Grab mempertimbangkan penawaran umum perdana tradisional, tetapi memilih kesepakatan dengan Altimeter Brad Gerstner setelah melihat komitmen oleh mitra SPAC. Altimeter telah berkomitmen untuk periode penguncian tiga tahun.

Beberapa analis mempertanyakan valuasi yang ditargetkan Grab. Matthew Kanterman, seorang analis di Bloomberg Intelligence, menghitung rasio nilai-penjualan perusahaan Grab lebih dari dua kali lipat dari pesaing mereka seperti Uber Technologies Inc. dan Lyft Inc.

Ketika ditanya soal nilai USD40 miliar terlalu berlebihan, Tan menolak memberikan jawaban langsung.

“Kami sangat senang dengan kawasan ini,” pasar yang besar untuk layanan digital, katanya. “Kami sangat senang bahwa Grab adalah yang pertama untuk mewakili Asia Tenggara di panggung global.” (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD