Sebelumnya, indeks utama Wall Street mencatat kenaikan pada sesi sebelumnya. Sentimen didukung oleh pengumuman Trump tentang penundaan sementara serangan AS terhadap pembangkit listrik Iran.
Namun, ketua parlemen Iran menolak klaim tersebut dan menuduh Trump melontarkan komentar itu untuk membantu meredakan pasar keuangan yang bergejolak.
“Pasar sedang berada di ambang optimisme yang rapuh dan meningkatnya risiko geopolitik. Timur Tengah tetap menjadi pendorong utama, dengan harga minyak yang sangat sensitif terhadap gangguan pasokan apa pun. Karena ketegangan terus berlanjut, volatilitas kemungkinan akan tetap tinggi, membuat investor tetap berhati-hati,” kata Lukman Otunuga, Analis Pasar Senior di FXTM, kepada Investing.com.
Bahkan, kantor berita setempat melaporkan memang ada pendekatan antara AS dan Iran, yang diprakarsai oleh Washington, tetapi tidak ada yang mencapai tahap bernegosiasi penuh.
Wall Street Journal mengatakan pemerintahan Trump berencana untuk mengerahkan tim tempur sekitar 3.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 elit Angkatan Darat AS ke Timur Tengah.