sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Semringah Seiring Potensi Deeskalasi Perang Timur Tengah

Market news editor Nia Deviyana
01/04/2026 06:12 WIB
Indeks utama Wall Street ditutup menguat tajam pada Selasa (31/3/2026), didorong spekulasi mengenai potensi meredanya konflik di Timur Tengah.
Wall Street Ditutup Semringah Seiring Potensi Deeskalasi Perang Timur Tengah. Foto: AP.
Wall Street Ditutup Semringah Seiring Potensi Deeskalasi Perang Timur Tengah. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup menguat tajam pada Selasa (31/3/2026), didorong spekulasi mengenai potensi meredanya konflik di Timur Tengah yang dalam beberapa pekan terakhir telah mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada para ajudannya bahwa dia bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran, bahkan jika Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup.

Dilansir Reuters, S&P 500 melonjak 2,91 persen dan ditutup pada 6.528,52 poin. Nasdaq naik 3,83 persen ke 21.590,63 poin. Dow Jones Industrial Average menguat 2,49 persen ke 46.341,51 poin.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu. Dia memperingatkan Teheran bahwa konflik akan semakin intensif jika tidak ada kesepakatan.

Konflik yang telah berlangsung selama sebulan ini membuat indeks S&P 500 dan Dow mencatat penurunan kuartalan terdalam sejak 2022. Investor khawatir lonjakan biaya bahan bakar dapat menekan permintaan barang dan jasa, sekaligus memaksa bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga guna menahan inflasi.

Perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Wall Street mencatat kenaikan besar, dengan Nvidia naik 5,6 persen, Alphabet bertambah 5,1 persen, dan Meta Platforms melonjak 6,7 persen.

Indeks semikonduktor PHLX naik 6,24 persen, mencatat sesi terbaiknya dalam hampir satu tahun.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement