Lebih lanjut, Iwan memaparkan bahwa meskipun AI sangat unggul dalam mengolah data, teknologi ini tetap memiliki batasan dalam menciptakan karakter merek yang unik.
“AI itu adalah sosok generalis, dia tahu segala hal tapi dia tidak bisa jadi spesialis karena dia tidak punya bias. Branding itu butuh bias, butuh keberanian mengambil posisi unik. Jika strategi branding hanya diserahkan pada AI, hasilnya akan sangat aman (safe), dan kita berakhir menjadi brand yang rata-rata,” tuturnya.
Sementara itu, Founder MCorp, Hermawan Kartajaya, menegaskan bahwa keputusan strategis tetap harus berada di tangan manusia.
“Sekarang semua orang bilang kalau tidak menggunakan AI akan kalah dari kompetitor, tetapi jangan sampai semuanya diserahkan pada AI. Keputusan tetap harus diambil oleh manusia,” tegasnya.
Hermawan menambahkan bahwa pelajaran utama dalam marketing saat ini kembali pada prinsip dasar PDB (Positioning, Differentiation, Branding).