IDXChannel - Konflik antara kelompok pemberontak Houthi di Yaman dengan Arab Saudi kembali pecah.
Kelompok militan pro-Iran tersebut meluncurkan rudal dan drone ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi pada Senin, sebagai balasan atas serangan udara terhadap Bandara Internasional Sanaa di Yaman.
Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, dalam pernyataan video di Telegram, memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak terbang melalui wilayah udara Arab Saudi.
Dilansir dari AP pada Selasa (14/6/2026), bentrokan ini menandai eskalasi besar pertama antara Houthi dan Arab Saudi setelah periode relatif tenang yang cukup lama.
Selama bertahun-tahun, koalisi pimpinan Arab Saudi yang berbasis di Yaman selatan telah memerangi Houthi di utara.
Perang saudara Yaman dimulai pada tahun 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar Yaman utara, sehingga memaksa pemerintah saat itu untuk mengasingkan diri
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan bahwa serangan yang menghantam Bandara Internasional Sanaa dimaksudkan untuk mencegah pendaratan pesawat Iran.
Serangan terhadap bandara di Sanaa terjadi setelah ketegangan antara kedua pihak meningkat awal bulan ini. Kelompok Houthi menuduh pesawat Arab Saudi melanggar wilayah udaranya untuk mencoba mencegah pesawat Iran membawa delegasi Houthi ke Teheran untuk pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menteri Pertahanan Yaman, Jenderal Taher al-Aqili, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa landasan pacu bandara diserang pada Senin untuk menghentikan pesawat Iran yang mengangkut delegasi Houthi kembali dari pemakaman.
Dalam pernyataan video yang dirilis sesaat sebelum serangan, al-Aqili memperingatkan agar tidak menyusup ke wilayah udara Yaman dengan pesawat Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)