"Meskipun emisi keseluruhan China adalah yang terbesar di antara negara manapun, mereka telah mengakui bahwa membangun energi terbarukan dengan cepat sangat penting untuk ketahanan energi dan iklim. Dengan adanya perubahan pemerintahan di AS baru-baru ini, China siap untuk memimpin dunia dalam transisi energi," kata Penasihat Kebijakan Senior di Project Drawdown, Daniel Jasper.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) juga menghasilkan lonjakan instalasi energi bersih pada 2024. Menurut angka awal dari American Clean Power Association, jumlah energi bersih di AS telah mencapai 268 gigawatt yang berasal dari tenaga surya dan angin.
China tidak hanya membangun dan menggunakan banyak energi bersih namun merupakan pengekspor peralatan terpenting untuk energi tersebut.
Menurut Badan Energi Internasional, China adalah pemasok utama baterai, panel surya, dan turbin angin, serta elektroliser yang digunakan untuk membuat bahan bakar hidrogen.
(Ibnu Hariyanto)