sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Evaluasi Pascakecelakaan Kereta, Menhub Perintahkan Dirjen Perhubungan Darat Temui Green SM

News editor Puteranegara
28/04/2026 13:32 WIB
Menhub Dudy berharap pertemuan itu bisa segera dilakukan dengan pengelola taksi listrik.
Evaluasi Pascakecelakaan Kereta, Menhub Perintahkan Dirjen Perhubungan Darat Temui Green SM. (Foto: MNC Media)
Evaluasi Pascakecelakaan Kereta, Menhub Perintahkan Dirjen Perhubungan Darat Temui Green SM. (Foto: MNC Media)

IDXChannelMenteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk menemui perusahaan pengelola taksi listrik ‘hijau’ atau Green SM terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Pertemuan itu bertujuan untuk melakukan evaluasi. Mengingat kecelakaan kereta diduga diawali dengan mobil taksi listrik yang mogok di perlintasan kereta hingga kena temper KRL rute Cikarang–Jakarta. 

“Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi,” kata Dudy kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Dudy berharap pertemuan itu bisa segera dilakukan dengan pengelola taksi listrik. Karena, keterangan pengelola diperlukan dalam rangka evaluasi guna mencegah kecelakaan terulang kembali.

“Mudah-mudahan tadi kalau jadi hari ini mestinya,” ucapnya.

Sedangkan terkait dengan penyebab kecelakaan, Dudy menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Nanti kita tunggu. Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT,” ucapnya.

Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal.

Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi listrik online yang tertabrak kereta commuter di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan kereta terpaksa berhenti.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.

Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement