Namun, Achmad menekankan bahwa peran luar negeri harus dibarengi dengan penguatan ketahanan domestik.
Pemerintah perlu memperkuat cadangan energi strategis dan melakukan diversifikasi pasokan untuk melindungi daya beli masyarakat dari guncangan eksternal.
"Ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan ekonomi bertahan dari guncangan eksternal. Yang dibutuhkan dunia bukan sekadar tambahan waktu, melainkan perubahan pendekatan,” kata Achmad.
Dengan demikian, Achmad menegaskan bahwa tanpa perubahan logika kebijakan dari ancaman menuju kepercayaan, setiap tambahan waktu hanya akan menjadi hitung mundur menuju krisis yang lebih besar, di mana masyarakat dunia, termasuk Indonesia yang akan menanggung biayanya.
(kunthi fahmar sandy)