Dalam aturan baru, iklan dibatasi maksimal tiga kali per jam pada pukul 06.00–20.30, serta dilarang sepenuhnya selama siaran langsung olahraga di waktu tersebut.
Kebijakan yang mulai berlaku pada 2027 ini muncul di tengah tekanan politik terhadap pemerintahan Albanese, yang dinilai lambat menangani persoalan perjudian.
Kerugian akibat aktivitas perjudian di Australia diperkirakan mencapai AUD34 miliar atau sekitar Rp397,36 triliun tahun lalu, tertinggi secara per kapita di dunia.
Para ahli kesehatan menilai dampak ekonomi tersebut masih lebih besar karena sering berkaitan dengan masalah lain seperti depresi dan kecanduan.
“Tidak satu pun orang tua di negara ini yang akan memilih agar anak-anak mereka melihat iklan perjudian,” ujar Kepala Advokat Alliance for Gambling Reform Tim Costello.