“Pemerintah seharusnya tidak mengklaim bahwa mereka melindungi anak-anak dari iklan perjudian dengan meminta orang tua untuk menolak iklan tersebut. Tanggung jawab sepenuhnya harus berada pada perusahaan perjudian dan platformnya,” lanjutnya.
Meski mendapat kritik, Albanese tetap mempertahankan kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah besar dalam reformasi sektor perjudian.
“Pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan komunitas yang terkait dengan perjudian,” ujarnya.
Selain pembatasan iklan digital, pemerintah juga melarang iklan perjudian di radio selama jam antar-jemput sekolah, serta melarang penggunaan selebriti dan atlet dalam promosi. Merek perjudian juga tidak diperbolehkan tampil di stadion maupun pada seragam pemain dan ofisial.
Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada perusahaan seperti Flutter Entertainment (Sportsbet), Entain (Ladbrokes), serta Tabcorp Holdings, yang sahamnya tercatat turun sekitar 1,9 persen pada perdagangan siang, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan indeks acuan ASX200 sebesar 1,1 persen.
(Nasya Salsabila)