"Sehari sebelumnya (Minggu-26 April 2026) saya naik Kereta Api yang sama Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Gambir Jakarta. Waktu hanya Allah yang Maha Tahu," ungkapnya.
Tak hanya berbagi cerita pribadi, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga memanjatkan doa terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang tengah menjalani perawatan medis akibat luka-luka.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.
"Doa kami untuk para korban meninggal dan terluka serta keluarga yang berduka. Semoga arwah mereka husnul khotimah dan yang terluka segera mendapat kesembuhan dan pemulihan. Semoga seluruh korban dan keluarga mendapat kekuatan, ketabahan dan kesabaran dari Allah SWT," tuturnya.
Ungkapan duka dari tokoh ekonomi nasional ini menambah deretan keprihatinan publik atas insiden di Bekasi Timur, yang kini tengah menjadi fokus evaluasi total oleh jajaran pemerintah dan otoritas transportasi nasional.
(Febrina Ratna Iskana)