sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sudah Dipilih Sejak Awal 90-an, BRIN Ungkap Alasan Biak Jadi Lokasi Bandar Antariksa

News editor Niko Prayoga
08/07/2026 15:59 WIB
Lokasi tersebut dipilih karena dinilai lebih efisien dan dekat dengan orbit.
Sudah Dipilih Sejak Awal 90-an, BRIN Ungkap Alasan Biak Jadi Lokasi Bandar Antariksa. (Foto: MNC Media)
Sudah Dipilih Sejak Awal 90-an, BRIN Ungkap Alasan Biak Jadi Lokasi Bandar Antariksa. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengungkap alasan Pulau Biak di Papua menjadi pilihan utama dalam membangun Bandar Antariksa Nasional

Arif mengatakan, Pulau Biak adalah salah satu lokasi utama yang ditargetkan menjadi lokasi Bandar Antariksa Nasional. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai lebih efisien dan dekat dengan orbit.

“Itu salah satu lokasi yang kita anggap sangat efisien karena jaraknya dekat dengan orbit. Karena itu adalah wilayah yang memang sudah dari dulu diperhitungkan secara saintifik,” kata Arif saat diwawancarai usai Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Ia menyebut dalam pembangunan itu setidaknya dibutuhkan 100 hektare lahan yang menjadi zona inti, di mana lahan tersebut sudah dimiliki oleh BRIN. 

Sementara sisanya hanya merupakan zona penyangga yang merupakan prasyarat teknis dari pembangunan Bandar Antariksa Nasional. 

“Kita butuh kurang lebih zona inti, ada juga zona penyangga. Zona inti yang diperlukan saat ini masih 100 hektar dan tanahnya sudah dimiliki oleh BRIN. Pengangkatan sudah sangat lama sekali,” ucap dia.

Arif menjelaskan, pemilihan Biak sebagai lokasi bandar antariksa sudah lama dilakukan dan dikaji secara mendalam sejak awal tahun 90-an. Ia pun mengaku sempat berkunjung ke sana untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat adat di wilayah Biak terkait rencana itu. 

“Kajian sudah sangat lama, kita sudah melakukan kajian sejak awal 90-an. Perencanaan itu sudah sangat lama sekali. Sehingga memang masyarakat di sana pun sudah menanti-nanti. Ini kapan jadinya?” jelas Arif.

Disinggung terkait potensi konflik dan masyarakat adat yang ada di sana, ia menegaskan bahwa pihaknya sudah mendiskusikan rencana pembangunan Badan Antariksa Nasional dengan perwakilan masyarakat adat di Biak. Bahkan perwakilan tokoh adat sendiri telah menandatangani persetujuan atas pembangunannya. 

“Alhamdulillah, sebagian besar tokoh adat juga sudah menandatangani persetujuan terkait dengan pembangunan bandar antariksa yang di Biak ini. Tentu yang kita perlu kita terus tekankan adalah bagaimana bandar antariksa juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, itu yang menjadi concern kita,” tutur dia.

Lebih lanjut, air menegaskan bahwa Biak merupakan salah satu titik utama yang direncanakan. Saat ini BRIN sendiri sedang melakukan kajian terhadap lokasi-lokasi lain yang memiliki potensi untuk dibangunkan Bandar Antariksa Nasional guna peluncuran satelit Indonesia ke depannya. 

“Ada beberapa opsi dan sekarang tim sedang terus mengkaji,” pungkas Arif.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement