Sementara itu, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan, ada cetakan yang berubah warna ketika dilihat dari sudut tertentu serta ada lubang-lubang dengan bentuk bulat, oval, dan bintang pada meterai asli.
Dia mengatakan angka 10.000 juga terasa kasar. Bimo juga meminta warga waspada jika ada yang menjual meterai di bawah harga Rp10 ribu.
“Kemudian kalau diraba di permukaan meterai asli akan terasa kasar pada bagian angka nominal 10.000 dan pada tulisan Meterai Tempel. Kemudian ketika digoyang di sudut tertentu akan berubah dari warna magenta ke warna hijau ketika sudut pandang kita digeser. Tapi secara mudah juga langsung saja diketahui ketika harga itu kurang dari Rp10. ribu,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar kasus sindikat produsen dan penjualan meterai palsu. Pengungkapan yang bekerja sama dengan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan ini, sebanyak 16 orang pelaku ditangkap.