“Ada terjadi penambahan satu kasus meninggal dibanding dengan minggu ke-7, tapi secara keseluruhan kita lihat bahwa tren sudah menurun sampai dengan minggu ke-8,” katanya.
Hingga kini, pemerintah terus memantau pergerakan kasus di 11 provinsi terdampak. Seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Sulawesi Tengah, guna menekan angka penularan.
Andi tak menampik siklus campak memang cenderung meningkat pada 2025. Namun, penanganan tahun ini dinilai lebih efektif dalam menekan angka penularan di bulan kedua.
“Kasus di bulan Februari tahun ini relatif lebih rendah, terutama jika dibandingkan dengan 2025, 2024, kemudian juga 2023,” jelasnya.
Andi menambahkan bahwa penurunan ini cukup konsisten di hampir seluruh wilayah yang sebelumnya melaporkan lonjakan kasus. Ia mencontohkan kondisi di beberapa provinsi besar yang mulai stabil.