AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19830.52
-1.05%
-210.34
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
0.00
-100%
-15804.38
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
840,925 / gram

Apakah Perlu Zakat untuk THR? Simak Penjelasan Berikut Ini

SYARIAH
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Kamis, 28 Juli 2022 13:56 WIB
Sebenarnya, apakah perlu zakat untuk THR? Mungkin beberapa orang belum mengetahui hal tersebut
Apakah Perlu Zakat untuk THR? Simak Penjelasan Berikut Ini (Foto: MNC Media)
Apakah Perlu Zakat untuk THR? Simak Penjelasan Berikut Ini (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Sebenarnya, apakah perlu zakat untuk THR? Mungkin beberapa orang belum mengetahui hal tersebut.

Tunjangan Hari Raya atau THR adalah sebuah pendapatan yang bukan upah dan wajib dibayarkan oleh para pemberi kerja kepada para pekerjanya menjelang hari raya. Ketentuan pemberian THR tersebut sudah tercantum pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. 

Apakah Perlu Zakat untuk THR?

Di dalam ajaran Islam, kita mengenal adanya zakat. Ada berbagai macam zakat yang bisa dilakukan, baik sunnah maupun wajib. Salah satu zakat mal yang wajib dikeluarkan jika sudah mencapai nisabnya adalah zakat profesi atau zakat penghasilan. 

Pertanyaannya adalah, apakah perlu zakat untuk THR? Mungkin banyak orang yang belum mengerti bahwa THR merupakan sebuah tambahan pendapatan. Maka dari itu, THR diperlakukan atau dianggap sebagai gaji. 

Anda wajib untuk membayarkan zakat penghasilan atau profesi jika penghasilan Anda dalam satu tahun sudah mencapai nisab atau batasan untuk seorang muslim dalam mengeluarkan zakat. Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), penghasilan yang dimaksud adalah pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal. 

Sebagai informasi, seseorang sudah wajib mengeluarkan zakat penghasilan atau profesi jika penghasilannya dalam satu tahun sudah mencapai nisab, yaitu sebesar 85 gram emas. Jadi, jika jumlah seluruh penghasilan Anda (termasuk pendapatan THR) sudah mencapai nisab, maka Anda wajib membayar zakat penghasilan. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD