AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Covid-19 Belum Usai, Wamenag Jelaskan Tiga Skenario Haji 1443H/2022M

SYARIAH
Widya Michella
Jum'at, 14 Januari 2022 14:05 WIB
Wamenag menjelaskan tiga opsi atau skenario dalam penyelenggaraan haji tahun 1443H/2022M.
Ibadah Haji (Ilustrasi)
Ibadah Haji (Ilustrasi)

IDXChannel - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid menjelaskan tiga opsi atau skenario dalam penyelenggaraan haji tahun 1443H/2022M. Tiga opsi tersebut diberikan sebagai beberapa kemungkinan mengingat sampai dengan saat ini wabah Covid-19 belum berakhir yang ditandai dengan munculnya varian baru Omicron.

"Maka pemerintah melakukan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M dengan tiga opsi yaitu kuota penuh, kuota terbatas dan tidak memberangkatkan jamaah haji," ucap Zainut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring, Kamis (13/1/2022).

Kendati demikian, lanjut Zainut pemerintah tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh dan ia berharap agar wabah ini segera berakhir. 

"Sehingga penyelenggaraan ibadah haji 1443H/ 2022M dapat berjalan secara normal seperti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.

Sementara itu, dia pun belum dapat memperoleh kepastian tentang ada tidaknya keberangkatan jamaah haji 1443H/2022M hingga saat ini.

Pasalnya sejak Menag Yaqut melakukan koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi yaitu Menteri urusan Islam dakwah dan penyuluhan dr. Abdullatif Al syeikh, Gubernur Makkah pangeran Khalid bin al Faisal dan Menteri Haji dan umrah dr.Tawfiq bin Fauzan Al Rabeah pada bulan November 2021 lalu, pemerintah Arab Saudi belum membicarakan hal tersebut. Termasuk penandatanganan MoU tentang jumlah kuota haji yang dalam kondisi normal, MoU dilakukan pada bulan Robiul Awal sampai Robi'atssani (Rabiul Akhir).

"Hasil dari koordinasi tersebut diperoleh informasi bahwa sampai dengan saat ini kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaran ibadah haji pada tahun 1443H/2022M, belum dapat diperoleh," ujar dia.

Jika dilihat berdasarkan dengan kalender hijriah dan berdasarkan asumsi normal perkiraan bahwa jadwal pemberangkatan jemaah haji tahun 1443H/2022M (kloter pertama) akan diberangkatkan pada tanggal 4 Dzulqa'dah atau tanggal 5 Juni 2022. Sehingga setidaknya masih ada waktu lima bulan dalam mempersiapkan hal tersebut. 

"Dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji tahun, kami telah menyusun anggaran operasional haji tahun 1443H/2022M, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan dengan beberapa asumsi kuota haji," ucapnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD