AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Daftar Tunggu WNI yang Akan Umrah Tembus 59 Ribu Jamaah

SYARIAH
Dominique H Febriani/MPI
Minggu, 17 Oktober 2021 10:05 WIB
Total jemaah umrah asal Indonesia yang belum diberangkatkan sebanyak 59 ribu lebih.
Total jemaah umrah asal Indonesia yang belum diberangkatkan sebanyak 59 ribu lebih. (Foto: MNc Media)
Total jemaah umrah asal Indonesia yang belum diberangkatkan sebanyak 59 ribu lebih. (Foto: MNc Media)

IDXChannel - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nur Arifin mengatakan secara keseluruhan total jemaah umroh asal Indonesia yang belum diberangkatkan sebanyak 59 ribu lebih.

“Saat ini yg sudah daftar umroh belum berangkat ada 59 ribu lebih,” kata Arifin kepada MNC Portal Indonesia (17/10/2021).

Arifin menegaskan bahwa jemaah umroh harus sudah divaksin sebanyak 2 kali dengan jenis vaksin yang diakui oleh Arab Saudi, yakni Astrazeneca, Pfizer, Johnson, Moderna. Selain itu, Sinovac dan Sinovarm pun diperbolehkan namun harus melakukan booster.

“Syarat jamaah yg berangkat harus sudah divaksin 2 kali dengan vaksin yang diakui Arab Saudi, yaitu: Astrazaneca, Pfizer, Johnson and Johnson, dan Moderna. Sinovac dan Sinovarm sudah diterima Saudi tetapi harus dibooster,” terangnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia sedang berupaya negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi agar calon jemaah yang menggunakan vaksin Sinovac dan Sinovarm agar tidak perlu melakukan booster.

“Namun pemerintah RI masih melakukan diplomasi agar tidak usah dibooster. Karena rasanya tidak adil ketika masih banyak rakyat Indonesia belum divaksin sama sekali sementara ada sebagian mau divaksin 3 kali,” jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya kini sedang mengkaji pembahasan mengenai teknis kembali dibukanya pelaksaan umroh bagi jemaah umroh asal Indonesia.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan teknis pemberangkat umroh. Misalnya kordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk standarisasi sertivikat vaksin dan standarisasi PCR. Juga integrasi peduli lindungi dengan tawakalna milik Saudi. Termasuk juga tentang karantina dan protokol kesehatan lainnya. Setelah permasalahan teknis selesai maka kami akan menyempurnakan regulasi tentang Pedoman umroh di era pandemi dan referensi biaya umroh di era pandemi, menyempurnakan regulasi yg sdh ada,” katanya.

Selain itu, Arifin juga menyebut bahwa kelompok yang diprioritaskan untuk berangkat umroh adalah jemaah yang pernah tertunda keberangkatannya dan jemaah yang menenuhi persyaratan protokol kesehatan serta administrasi lainnya. “Kelompok yg diprioritaskan berangkat adalah jamaah umroh yang tertunda dan siap berangkat dg protokol kesehatan serta biayanya,” ucapnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD