AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Jamaah Haji Indonesia Bakal Dapat 119 Kali Makan di Arab Saudi

SYARIAH
Widya Michella
Sabtu, 07 Mei 2022 13:45 WIB
Sekretaris Ditjen PHU Ahmad Abdullah Yunus mengatakan pihaknya terus mempersiapkan hal-hal teknis termasuk soal katering haji 1443H/2022M.
Jamaah Haji Indonesia Bakal Dapat 119 Kali Makan di Arab Saudi
Jamaah Haji Indonesia Bakal Dapat 119 Kali Makan di Arab Saudi

IDXChannel - Sekretaris Ditjen PHU Ahmad Abdullah Yunus mengatakan pihaknya terus mempersiapkan hal-hal teknis termasuk soal katering haji 1443H/2022M. Menurutnya jamaah haji asal Indonesia akan mendapatkan makan sebanyak 119 kali selama berada di Arab Saudi. 

"Selama musim haji, jamaah haji 1443 H akan mendapat  layanan makan sebanyak maksimal 119 kali. Jumlah ini terdiri atas 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah), dan satu kali makan di bandara Jeddah (saat kedatangan/ kepulangan)," ujar Abdul dalam keterangan resminya, Sabtu,(07/05/2022).

Ketua Tim Katering ini menyampaikan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah juga tengah melakukan finalisasi layanan katering jemaah haji 1443H/2022M dengan mengirimkan tim delegasi ke Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (6/5/2022) 

Walaupun penyiapan layanan konsumsi jemaah telah dilakukan sejak awal tahun 2022. Namun, karena belum ada kepastian kuota, prosesnya masih dalam tahap negosiasi kontrak dengan basis data perkiraan. 

"Tim saat ini ke Saudi untuk finalisasi negosiasi kontrak layanan dengan penyedia konsumsi, khususnya untuk layanan di Jeddah dan pada fase puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna)," ujar dia.

Setelah proses negosiasi selesai, kata Abdullah, tim akan mengajukan usulan penetapan penyediaan konsumsi kepada Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dengan begitu, proses kontrak penyedia konsumsi di Makkah, Madinah, Armuzna dan Jeddah bisa segera dilakukan oleh PPK.

"Alhamdulillah untuk layanan konsumsi di Makkah dan Madinah, proses negosiasi sudah dilakukan, tinggal penyesuaian kuota," kata dia.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD