AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kewenangan Ada di Pihak Saudi, Kemenag Belum Pastikan Keberangkatan Haji 2022

SYARIAH
Widya Michella
Senin, 17 Januari 2022 13:12 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan hingga kini belum dapat memastikan keberangkatan haji 1443H/2022M dan juga kuota haji.
Ibadah Haji (Ilustrasi)
Ibadah Haji (Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan hingga kini belum dapat memastikan keberangkatan haji 1443H/2022M dan juga kuota haji. Pasalnya kepastian dengan ada atau tidaknya penyelenggaraan haji pada tahun sebagaimana tahun-tahun yang lalu sebelumnya menjadi kewenangan dari pemerintah Arab Saudi.

"Namun kami terus berkoordinasi dan sampai saat ini kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1433H/2022M belum dapat diperoleh sebagaimana yang telah disampaikan pada rapat kerja sebelumnya,"ucap Menag dalam Rapat kerja bersama komisi VIII DPR RI, yang disiarkan secara daring, Senin,(17/1/2022).

Menag pun menekankan bahwa kepastian ini juga dirasakan oleh negara-negara tetangga yang ingin memberangkatkan jamaah haji pada tahun 2022. Walaupun begitu pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian haji Arab Saudi hingga saat ini. 

"Belum adanya pembicaraan ini bukan hanya kepada Indonesia tetapi juga kepada negara-negara lain yang menyelenggarakan misi haji,"ujar dia.

"Karena sebagaimana kita tahu pembukaan haji itu diberlakukan secara menyeluruh Atau seluruh negara. Jadi sangat terkait dengan kebijakan Saudi terhadap negara-negara lain juga,"ujarnya.

Menag Yaqut juga mengaku sanggup untuk melakukan hubungan diplomasi antar negara terkait, tanpa harus turunnya presiden Jokowi ke Saudi.

"Jadi selama kita masih bisa saya kira belum perlulah presiden karena apa yang dilakukan Saudi dan apa yang kita lakukan ini sebenarnya sudah berkomunikasi terus-menerus baik secara korespondensi melalui surat-menyurat maupun komunikasi melalui telepon dan WhatsApp ke otoritas di Saudi jadi kita tunggu saja prosesnya sambil terus berdoa,"ujar dia 

Menag pun menduga ketidakpastian tersebut tidak lain karena Arab Saudi belum mempunyai skema penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi. Khususnya terkait maraknya penyebaran varian omicron di seluruh dunia.

"Kalau diminta memastikan tidak ada yang bisa memastikan sampai sekarang. Bahkan saya yakin pemerintah Saudi pun belum memiliki skema memastikan atau tidak karena pasti banyak yang harus dievaluasi apalagi kita tahu Omicron ini semakin banyak kasusnya," ujar dia.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD