Menurutnya, masih ada pembenahan pelayanan baik tenda di Arafah dan Mina. Dia pun meminta pada syarikah agar bisa menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji. Apalagi, pemerintah Saudi tengah mengetatkan kebijakan jamaah yang masuk.
"Pemerintah Saudi yang di sana yang menyiapkan Armuzna itu, terkait dengan persiapan ini segera, karena di situasi di Saudi sekarang ini lagi ketat-ketatnya menyangkut masalah non-jamaah yang harus keluar ya dari Arab Saudi per tanggal 18 April ini, itu harus sudah keluar. Karena jamaah tanggal 21 itu sudah mulai masuk, 21 April," kata Wachid.
"Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia, dan diharapkan untuk persiapan ini benar-benar Syarikah menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah. Itu yang sangat penting," ujarnya.
Meski demikian, Wachid mengaku pihaknya akan memanggil Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 pada Rabu (8/4/2026).
"Kami akan rapat bersama Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji terkait dengan persiapan-persiapan dan terkait dengan kekurangan-kekurangan yang segera, ini yang kami sampaikan itu sebagai lembaga pengawasan," katanya.
(Dhera Arizona)